SMK PERTANIAN DITASIK TERUS BERKEMBANG DAN MANDIRI

Ruslan Suparlan Perintis SMK Pertanian.11

 

Tasikmalaya -Informasikawasan.com – Dua puluh tahun berlalu sudah, Sekolah Pendidikan Al-Madaniyah, Tasikmalaya, bermula dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) setingkat SD, pada tahun 2002/2003. Kemudian menjadi SLTP di tahun 2007, dan terus berkembang sejak 24 Februari 2012, menjadi SMK Pertanian resmi.

SMK Pertanian yang terletak di wilayah kampung Cibuleud Desa Sundawenang kecamatan Salawu itu, kini terus berbenah, mengem bangkan pendidikan bagi warga yang bermukim di desa yang terbilang, desa tertinggal jika dibandingkan dengan desa lainnya di kabupaten Tasikmalaya.

Ruslan Suparlan, ketua Yayasan Al-Madaniyah sebagai Pencetus berdiri sekolah itu, mengungkap kan agar sekolah yang didirikannya itu, “Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan sekolah lainnya ” sehingga masyarakat di kampung itu terus berpartisipasi dan mendukung peningkatan dunia pendidikan, katanya kepada wartawan baru baru ini.

Ketua Yayasan perintis berdiri SMK Al – Madaniyah, menjelaskan, ” Kami saat ini terus berbenah untuk memajukan masyarakat desa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, direncanakan akan dibangun ruangan untuk Tahfidz Alqur’an, ” tutur Ruslan Suparlan.

Peserta Pilkada Tasikmalaya 2020 dalam.kampanye, selalu berkoar koar hingga penjeblosan tanggal 9 Desember 2020, ketika calon bupati berkampanye, mengatakan ada tiga program pokok yang harus dilembagakan dan menjadi visi misinya,yaitu mengembangkan Objek Wisata, mengentaskan Kemiskinan dan meningkatkan bidang Pendidikan di Tasikmalaya.

Ungkapan para calon bupati ketika berkampanye, baik oleh Petahana, maupun calon bupati lainnya nampaknya sudah dimulai oleh Ruslan Suparlan yang merintis dan menyelenggarakan pendidikan informal, melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

PKBM yang dirintis oleh Ruslan bersama masyarakat desa Sundawenang, Salawu dilanjutkan mendirikan Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) di tahun 2007, dan terus ke Sekolah Lanjutan Atas, dengan berdirinya SMK di tahun 2008.

Menurut Ruslan, sebelum ada SMK tahun 2007 itu, para lulusan SLTP, ada sebanyak 50 orang siswa remaja dan pemuda kampung Cibuleud, desa Sundawenang kecamatan Salawu.

” Mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SLTA yang ada jauh dari kampung Cibuleud ke ibukota kabupaten Tasikmalaya berjarak sejauh 12 km di Singaparna karena faktor ekonomi. Warga umumnya kurang mampu dan berpenghasi lan dari tani, ” tutur lulusan Sarjana

Kemudian atas izin yang maha kuasa, ” Saya dirikan SMK dan membuat Akte Notaris di tahun 2008 dengan jumlah siswa pertama 37 orang, ” ungkap Ruslan awal.berdiri SMK Al – Madaniyah di kampung Cibuleud desa Sundawe nang kecamatan Salawu, Tasikmalaya.

 

 

Inisiatif Ruslan, sejak 2007 mendiri kan sekolah lanjutan tingkat pertama dan tingkat atas dengan nama SMK Al Madaniyah kabupaten Tasikmalaya, sudah meluluskan siswa SLTP sebanyak 450 orang dan SMK 200 orang

” Sejak tahun 2010 resmi di bawah pembinaan pemda kabupaten Tasikmalaya. Lima tahun kemudian dikukuhkan oleh dinas pendidikan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, ” kata Ruslan gembira.

” SMK Pertanisn Al Madaniyah yang terletak di kampung Cibuleud jauh dari pusat keramaian dan berjarak sekitar 4 km dari jalan raya Garut – Singaparna, sudah meluluskan pelajar dari desa Sundawenang tercatat sebanyak 650 orang untuk 12 angkatan, ” tambah Ruslan.

Pada tahun ajaran 2020/2021 tercatat siswa SMK sebanyak 197 siswa, terdiri atas klas tujuh, 43 orang, klas delapan, 33 orang, klas sembilan, 30 orang, klas sepuluh, 29 orang, klas sebelas, 31 orang dan klas dua belas, 26 orang, jelas Ruslan.

OPERASIONAL

Pemerintah Daerah Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat cabang Dinas Pendidikan wilayah, sesuai izin op nomor 4215/2892/ disdik,tgl 25 Okt 2010, menjadikan SMK Acro Bisnis, dan Acro Technology yaitu menyelenggarakan pendidikan di bidang Acribisnis tanaman pangan dan Hortikultural.

” Terhitung tanggal 24 Februari 2012 Pemda kabupaten Tasikmalaya, menjadikan SMK Al Madaniyah, menjadikan SMK Pertanian dikelola oleh Yayasan Al Madaniyah, ” jelas ketua Yayasan Ruslan kepada wartawan di kampung Cibuleud Desa Salawu kecamatan Salawu, Minggu (14/2)

SMK Al – Madaniyah yang dibangun di atas lahan seluas 2.800 meter, pada tahun 2019/2020, sudah memiliki, delapan ruang klas belajar, satu ruangan labor, satu ruangan sanitasi dan agaknya ada 19 tenaga pendidik.

3Inisiatif Ruslan, sejak 2007 mendiri kan sekolah lanjutan tingkat pertama dan tingkat atas dengan nama SMK Al Madaniyah kabupaten Tasikmalaya, sudah meluluskan siswa SLTP sebanyak 450 orang dan SMK 200 orang

” Sejak tahun 2010 resmi di bawah pembinaan pemda kabupaten Tasikmalaya. Lima tahun kemudian dikukuhkan oleh dinas pendidikan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, ” kata Ruslan gembira.

” SMK Pertanisn Al Madaniyah yang terletak di kampung Cibuleud jauh dari pusat keramaian dan berjarak sekitar 4 km dari jalan raya Garut – Singaparna, sudah meluluskan pelajar dari desa Sundawenang tercatat sebanyak 650 orang untuk 12 angkatan, ” tambah Ruslan.

Pada tahun ajaran 2020/2021 tercatat siswa SMK sebanyak 197 siswa, terdiri atas klas tujuh, 43 orang, klas delapan, 33 orang, klas sembilan, 30 orang, klas sepuluh, 29 orang, klas sebelas, 31 orang dan klas dua belas, 26 orang, jelas Ruslan.(Risman)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *