Sadih, Kepala Desa Pedurenan: Warga Harap Selalu Menjaga Etika Kebersihan, Menggunakan Masker dan Mengikuti Protokol Kesehatan

Informasikawasan.com – Bogor – Kepala Desa Pedurenan Gunung Sindur Bogor, Sadih, S.sos pada hari Jumat, (18/9) menghimbau dan membuat surat edaran untuk keseluruhan kelembagaan yang ada di wilayah desanya.

Sadih mengharap kepada relawan Covid-19 Desa Pedurenan agar aktif reaktif kembali terhadap lingkunganya dan warga juga harus rajin-rajin menjaga etika kebersihan rajin cuci tangan, selalu menggunakan masker, dan jaga jarak serta selalu mengikuti protokol kesehatan.

“Terkhusus untuk pemukiman di perumahan Taman Sari yang saat ini terkena warga terduga Covid-19 meskipun belum menjadi warga Pedurenan (KTP DKI) tetap menjadi warga saya dan tanggung jawab saya,” kata Sadih dengan sungguh.

“Jajaran Desa Pedurenan Gunung Sindur Bogor itu, mengantipasi ke kediaman rumah warga yang terduga covid -19. Warga Penderita Covid-19 harus diisolasi. Pengurus RW/RT agar selalu tetap siap siaga dan peduli kepada warganya yang diisolasi,” tambahnya.

Ia mengharapkan jajaran RT/RW di wilayah Desa Pedurenan agar memberi bantuan, baik materil, maupun moril kepada warga yang mendapat musibah.

Kepala Desa Sadih, S.sos nampaknya sangat peduli terhadap masalah sosial, warganya, dan menyampaikan akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan, Sabtu dan Minggu ini. “Pihak dinas kesehatan kabupaten Bogor juga akan melaksanakan penyemprotan disinfektan pada Senin (21/9),” kata Sadih.

Kades mengimbau pengurus RW/RT yang bermukim di Taman Sari agar mengaktifkan kembali Posko kesehatan Covid-19 dan apa bila ada tamu dari luar harus dicek suhunya untuk mengetahui kesehatan pendatang dan tidak mengesampingkan protokol kesehatan.

“Kita sama-sama menjaga diri kita dari virus Covid-19 ini dan terkait sarana ibadah yang ada di lingkungan diserahkan kepada pengurus dan tokoh masyarakat untuk dimusyarawarahkan sebagai mana baiknya untuk keselamatan dan kesehatan kita semua,” ungkap Sadih.

Harapan Sadih untuk semua warga dan kepada seluruh pemukiman agar menyadari dan tidak cuek. Banyak warga yang cuek karena masih banyak informasi yang simpang siur dan tidak sesuai dengan fakta.

Misalnya seperti makan-makanan bahwa ini bisa menyembuhkan. Padahal virus ini harus ditangani dengan serius dan benar oleh tim medis.

“Apabila diobati dengan yang sifat alami akan lebih lambat sembuhnya, pulihnya tetapi jika ditangani oleh dokter dan tim kesehatan pulihnya lebih cepat,” ujarnya.

“Dengan adanya kejadian warga yang terduga Covid-19 ini bisa dijadikan pelajaran untuk warga saya agar tidak ada lagi yang menyampingkan protokol kesehatan. Semoga warga saya semua nya sehat wal’ afiat,” demikian Kades Sadih menutup pembicaraan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *