LONSOR JABAR GUGURKAN KORAMIL CIMANGGUNG SUMEDANG

Alm Kapten Inf.Setio Pribadi. Foto Ist.

 

Bdg – Informasikawasan.com – Peristiwa lonsor yang terjadi di Perum Pondok Daud, desa Cihanjung, kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu petang dan Minggu dinihari (9-10/1), berakibat longsor dan menggugurkan kapten jnf Setio Pribadi selaku.pejabat Koramil kecamatan Cimanggung.

” Gugur Kapten Inf Setio Pribadi dengan sepuluh warga lainnya karena tertimbun tanah longsor, akibat curah hujan tinggi, ” jelas Humas Polres setempat.

Menurut pejabat Polres Sumedang, terjadi longsor diduga ada 14 rumah warga tertimbun di TKP Perum Pondok Daud Kampung. Bojongkondang RT. 03/10 Desa. Cihanjuang Kecamatan Cimangggung Kabupaten Sumedang.

Peristiwa yang membawa korban 11 jiwa dan lima selamat, terjadi longsor diduga karena curah hujan cukup tinggi hari Sabtu petang (9/1) wib berakibat 12 rumah warga tertimbun.

Sesaat setelah kejadian Polres Sumedang dibawah pimpinan Kapolres Sumedang AKBP. EKO PRASETYO ROBBYANTO, S.H., S.I.K., M.P.I.C.T., M.I.S.S., beserta PJU polres Sumedang Anggota Polres, TNI, dan Brimob melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan melakukan proses evakuasi.

” Sekitar pukul 19.30 wib terjadi lagi longsor susulan yang mengakibat kan beberapa rumah tertimbun longsoran tanah dan menimbun beberapa orang yang berada di sekitar lokasi diantaranya Danramil Cimanggung Kapten Inf. Setyo Pribadi dan Sdr. Suhanda Kasi Tramtib Kecamtan. Cimanggung,” ucap warga di lokasi

Sampai dengan Minggu dinihari korban telah dievakuasi sebanyak 16.orang dengan rincian 11 orang meninggal dunia dan lima orang selamat.

Adapun yang meninggal dunia (MD) 11 (Sebelas) orang dengan identitas, sbb :
1, Sdr. Diding, 40 th, alamat Dsn. Babakan Limus Rt. 03/11 Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung
2. Sdr. Dudung, alamat Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung
3. Sdr. Suhanda selaku Kasi Trantib Kec. Cimanggung.
4. Sdr. Cahyo Riyadi (Basarnas)
5. Ny. Yani Maryani, 27 th,  alamat Dsn. Babakan Limus Rt. 01/11 Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung

Berikut ke 6. Sdr. Wildan, 6 th, alamat Dsn. Babakan Limus Rt. 01/11 Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung 7. Sdr. Yedi (BPBD), alamat Dsn. Calincing Rt.08/03 Ds. Gunasari Kec. Sumesang Selatan Kab. Sumedang. 8. Sdr. Nardianto, alamat Perum SBG Rt. 04/14 Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung
9. Sdr. Engkus Kuswara, Dsn. Cuklik Rt. 02/02 Ds. Sawah Dadap Kab. Sumedang..10. Kapten Inf. Setyo Pribadi (Danramil Cimanggung).
11. Sdr. Beni heryanto,  SBG rt. 04/14

SELAMAT

Sementara, korban selamat lima orang dengan identitas, sbb :
Sdr. UKAR, 70 Thn, alamat Dsn. Cipareag Ds. Sukadana Kec. Cimanggung.. Sdr. WAHYU SLAMET, Ttl : 20 Januari 1968, alamat Jln. Serma Muchtar, Gg. Asalam, RT. 03/05, Desa / Kel. Situ,. Kec. Sumedang Utara.
Kepulangan sekira Pukul 00.30 wib
Luka sobek disebelah Tangan Kanan dan di jahit 20 Jahitan.

Berikut Sdr. ERISCA YURIANA GUSNIAR. Ttl : 28 Juni 1996, alamat Bodoloa RT. 07/02, Ds. Bongkok Kec. Paseh Kab. Sumedang. Kepulangan sekira Pukul 23.00 wib.Luka Kaki Sebelah Kiri (Engkle) Patah Tulang dan
Aiptu Mamat (Kanit Provost Polsek Cimanggung) serta.Aipda Dani Ramdani H. (Bhabinkamtibmas Ds. Cihanjuang Ke. Cimanggung)

Kegiatan evakuasi dilakukan oleh gabungan dari Polres Sumedang, Kodim 0610 Sumedang, SAR Brimob Polda Jabar, BASARNAS, BPBD, Satpol PP Sumedang dan Relawan.

F. Pukul 01.45 wib bertempat di Puskesmas Sawah Dadap TIBA Kapolres Sumedang beserta PJU Polres Sumedang untuk meninjau jenazah para korban, memberikan dukungan moril untuk keluarga korban

Menurut Keterangan Sdr. Ari (relawan Basarnas) berdasarkan Instruksi Kepala Kantor SAR Bandung Sdr. Deden Ridwansyah, minggu dinihari (10/1) bahwa proses evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan proses evakuasi pada hari Minggu jika situasi cuaca memungkinkan/tidak hujan

Bahwa terjadinya tanah longsor diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibat kan korban meninggal dunia dan kerugian materil. Untuk saat ini telah berhasil dievakuasi 5 orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia.

” Tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang tertimbun longsoran tanah dan berpotensi terjadinya pergerakan tanah sehingga rawan terjadi longsor susulan, ” demikian dijelaskan jajaran Humas Polda Jawa Barat.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *