Langkah Pemerintah Tunjuk 2 Unicorn Garap Aplikasi Pengelolaan Umrah, Bagaimana Nasib PPIU?

Informasikawasan.com – Dunia digital dalam perkembangannya saat ini sudah merupakan kebutuhan yang sangat penting. Disegala sektor dan bidang semuanya mengarah ke digital. Terkait hal tersebut, dalam sektor perjalanan umrah pun pemerintah sepertinya akan mengambil langkah kearah digitalisasi.

Hal ini dapat dilihat saat pemerintah melalui Kementerian Kominfo melakukan kesepakatan dengan pemerintah Saudi terkait pengembangan aplikasi umrah yang rencananya akan melibatkan 2 nama perusahaan unicorn tanah air yang berbasis digital (online).

Pihak Kominfo sendiri dikabarkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait masalah diatas. Tanpa menyebutkan nama kedua unicorn yang dimaksudkan, Menkominfo Rudiantara mengatakan, “Informasi lengkapnya tunggulah nanti. Keduanya punya kemampuan sudah terbiasa dengan travel, logistik dan sebagainya,” ungkap Rudiantara.

“Kedepannya diharapkan aplikasi umroh akan punya satu sistem yang terintegrasi, mulai dari keuangan, perjalanan hingga pengiriman zam-zam dan kurma,” sambung Rudiantara.

Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan nasib para PPIU?

Langkah pemerintah tersebut disatu sisi terlihat bagus, namun disisi lain langkah ini bisa menjadi masalah besar, khususnya bagi para travel PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh).

Ketua Umum SAPUHI (Sarikat Penyelenggara Umrah, Haji Indonesia), H. Syam Resfiadi menanggapi dan menilai bahwa langkah pemerintah tersebut bisa mematikan kelangsungan hidup PPIU yang sudah ada selama ini. Pemerintah justru diharapkan membantu PPIU yang sudah ada tersebut berkembang menjadi unicorn baru dan bukan menggantikannya.

“Kami selaku PPIU selalu mendukung langkah pemerintah terkait penyelenggaraan umrah dan haji. Namun untuk hal ini kami meminta pemerintah dapat mempertimbangkan lagi, karena langkah ini dapat mematikan kelangsungan hidup perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang sudah ada dan tengah berkembang saat ini,” jelas Syam.

“Justru sebaiknya pemerintah dapat memberikan subsidi teknologi digital sehingga perusahaan-perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berizin resmi Kementerian Agama yang sudah ada saat ini dapat menjadi unicorn-unicorn baru Indonesia yang efektif, efisien dan modern,” tambah Syam Resfiadi ketika diminta komentarnya soal rencana Kemenkominfo menunjuk dua perusahaan unicorn Indonesia mengembangkan aplikasi penyelenggaraan umrah, Rabu sore, (29/05/2019).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *