Asosiasi HIMPU

Adanya Kasus Pungli di Beberapa Asosiasi Umrah dan Haji, Simak Kebenaran dan Faktanya!

InformasiKawasan.com – Menindak lanjuti mengenai pemberitaan adanya laporan dari Tim Kuasa Hukum Forum Komunikasi Pemuda AlumniTaplai Lemhanas RI, Bayu Saputra SH yang juga didampingi oleh Puspa Kemala selaku Pengurus Alumni Taplai Lemhanas ke Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat pada hari Rabu (24/05/2017). Adapun isi laporan tersebut yang mengatakan keterkaitan empat Asosiasi penyelenggara Umrah dan Haji melakukan pelanggaran hukum dengan menjalankan praktek pungutan liar (pungli) sebesar 15 dollar per jamaah dalam hal kepengurusan visa.

Dalam pernyataannya kepada media, Bayu menegaskan bahwa,”Keempat asosiasi penyelenggara umrah dan haji yang berinisial KTRI, APRI, APINDO, dan HMPU disinyalir melakukan pungli terhadap 20 persen jamaah haji dan umrah mereka.”

Laporan ini menurut Bayu dilayangkan setelah terungkapnya temuan berupa surat edarandari keempat Asosiasi travel penyelenggara haji dan umrah pada tanggal 02 November 2016.

Namun saat tim Informasikawasan (IK) melakukan klarifikasi terhadap salah satu dari keempat Asosiasi diatas mengenai kebenaran akan adanya pungli sebesar 15 dollar per jamaah tersebut, Tim IK justru mendapat jawaban sebaliknya, yang mengatakan bahwa mereka (asosiasi) tidak mengetahui adanya laporan pungli tersebut.

Lebih jauh menurut H. Muharom Ahmad, Selaku Wakil Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan HMPU (salah satu dari empat asosiasi haji dan umrah) yang menyatakan bahwa,” Kami belum mengetahui mengenai adanya pelaporan tentang pungli ini. Justru kami mengetahuinya dari beberapa media yang datang dan menanyakan mengenai hal tersebut.”

“Dan kami juga menegaskan bahwa kami tidak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan oleh pelapor, yaitu melakukan pungli sebesar 15 dollar per jamaah. Kalaupun Kami dalam hal ini HMPU melakukan pungli tersebut pastilah pihak pemerintah melalui Kemenag sudah menegur kami. Bahkan bisa jadi kami mendapat sangsi pembekuan dari mereka (Kemenag),” tambah Muharom lagi.

Saat ditanya apakah ada dari anggota mereka yang melakukan hal ini, Muharom langsung menegaskan bahwa seluruh anggota asosiasi yang kedapatan melakukan hal ini pasti akan diberikan sangsi atau dikeluarkan dari keanggotaan bila memang terbukti, tapi setahu pihak asosiasi tidak ada yang melakukannya. Hal ini sudah diberlakukan terhadap anggota yang sebelumnya berjumlah sekita 412 travel , namun yang saat ini resmi tercantum sebagai anggota resmi sekitar 340 travel. Sisanya adalah mereka yang sudah kami berikan sangsi dikeluarkan dari keanggotaan dengan berbagai kasus.

Sementara itu Ali M. Amin selaku Wakil Ketua Bidang Urusan Luar Negeri HMPU menambahkan,” Justru saat ini kami (asosiasi) berupaya menyamaratakan harga paket umrah menjadi lebih murah dan terjangkau, sehingga tidak lagi memberatkan para jamaah. Selain itu juga untuk menghindari terjadinya kegagalan berangkat akibat visa yang tidak keluar. Dari yang tadinya harga untuk pembuatan visa umrah bisa mencapai 250 dollar per jamaah, sekarang hanya maksimal sekitar 75 dollar saja. Jadi aneh kalau kami dilaporkan melakukan pungli, sementara justru kami yang membantu agar seluruh jamaah yang mendaftar bisa berangkat umrah.”

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *